Logo
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Poso

Pemda Poso dan Sasakawa Peace Foundation Perkuat Perdamaian dan Reintegrasi Sosial

Admin Kesbangpol   |   25 Sep 2026   |   Dibaca 25x

Poso, 25 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Poso bersama The Sasakawa Peace Foundation (SPF) Jepang terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung perdamaian, reintegrasi sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program PROPOSOKU.

Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi antara SPF dan Pemerintah Kabupaten Poso yang berlangsung di Ruang Wakil Bupati Poso, Jumat (25/9/2026). Audiensi dihadiri Asisten II Setda Poso Ir. Abdul Kahar Latjare, S.T., M.Si., Executive Director SPF Dr. Nobuko Kayashima, jajaran SPF, Kepala Kesbangpol Poso Markarma Lasimpala, S.P., M.P., sejumlah kepala OPD serta mitra lokal pelaksana program.

Executive Director SPF Dr. Nobuko Kayashima menyampaikan bahwa pengalaman konflik sosial di Poso menjadi salah satu dasar keterlibatan SPF dalam mendukung berbagai upaya perdamaian dan reintegrasi masyarakat.

Menurutnya, perkembangan Program PROPOSOKU menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan dapat membuka ruang bagi mantan narapidana terorisme, keluarga dan masyarakat untuk kembali membangun kehidupan sosial serta ekonomi secara produktif.

SPF juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Poso dan para mitra lokal yang selama ini membantu pelaksanaan program.

Kesbangpol: Perdamaian Harus Diperkuat dengan Kemandirian

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Poso Markarma Lasimpala, S.P., M.P., menegaskan bahwa reintegrasi sosial merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perdamaian di Kabupaten Poso.

“Perdamaian tidak cukup hanya dijaga melalui pendekatan keamanan. Perdamaian harus dibangun melalui kepercayaan, penerimaan sosial dan kesempatan yang sama bagi masyarakat untuk berkembang. Karena itu, reintegrasi sosial dan pemberdayaan ekonomi harus berjalan bersama,” ujar Markarma.

Ia menjelaskan, Kabupaten Poso memiliki pengalaman konflik sosial yang membutuhkan proses panjang dalam membangun kembali hubungan antarmasyarakat. Karena itu, penguatan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, toleransi dan dialog sosial tetap menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas daerah.

“Program PROPOSOKU memiliki relevansi dengan kebutuhan tersebut karena pendekatannya tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga membangun kembali hubungan sosial. Kesbangpol mendukung agar proses ini terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, mitra lokal dan masyarakat,” jelasnya.

Markarma juga menyoroti Desa Tamanjeka sebagai salah satu wilayah yang perlu terus diperkenalkan melalui potensi positif masyarakatnya.

“Kita ingin Tamanjeka dikenal bukan karena stigma masa lalu, tetapi karena masyarakatnya, potensi pertanian dan peternakannya, usaha produktif, serta potensi wisata yang dapat dikembangkan. Perubahan stigma harus dibangun melalui bukti nyata dan keterlibatan masyarakat,” katanya.

Pemberdayaan Ekonomi Jadi Penguat Reintegrasi

Asisten II Setda Kabupaten Poso Ir. Abdul Kahar Latjare mengatakan pemerintah daerah menyambut baik dukungan SPF dan mitra lokal dalam pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, program pemberdayaan harus diarahkan pada kemandirian agar masyarakat memiliki kemampuan mengembangkan usaha dan potensi lokal secara berkelanjutan.

Sejumlah perangkat daerah telah memberikan dukungan melalui program pertanian, peternakan, pemberdayaan desa serta pengembangan UMKM. Di Tamanjeka, salah satu potensi yang terus dikembangkan adalah usaha madu Trigona.

Program Officer SPF Dr. Dissa Syakina Ahdanisa menyampaikan bahwa kelompok usaha madu Trigona Tamanjeka berkembang dari sekitar 16 menjadi 24 anggota. Kelompok tersebut telah memiliki SOP produksi dan terus memperluas jaringan pemasaran.

Selain madu, pengembangan komoditas cokelat oleh Maman Lape, eks Napiter, juga menjadi salah satu kegiatan produktif yang terus didorong.

Program PROPOSOKU telah menjangkau sekitar 200 penerima manfaat, dengan pendekatan yang tidak memberikan bantuan uang secara langsung, tetapi mendorong peningkatan kapasitas, pengembangan usaha dan keterlibatan keluarga.

Program juga telah menjangkau masyarakat lintas agama, termasuk masyarakat di Desa Poleganyara.

Menuju Penguatan Kelembagaan Ekonomi

Sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan hasil pemberdayaan, tengah disiapkan Koperasi Sahabat PROPOSOKU Maroso sebagai wadah pengembangan usaha masyarakat penerima manfaat.

Perwakilan Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Poso Hasan Basri menyampaikan bahwa produk Madu Trigona telah mendapatkan pendampingan dalam aspek label halal, pengemasan, pemasaran dan promosi.

Dokumen pembentukan koperasi direncanakan diajukan kepada Pemerintah Kabupaten Poso pada 28 September 2026, untuk selanjutnya diproses sesuai ketentuan melalui notaris.

Kesbangpol Dorong Kolaborasi Berkelanjutan

Markarma menambahkan bahwa keberlanjutan program membutuhkan konsistensi dan pembagian peran yang jelas antara pemerintah, SPF, mitra lokal dan masyarakat.

“Tugas kita bukan sekadar menjalankan program, tetapi memastikan hasilnya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Ketika masyarakat sudah mampu berdiri dengan kekuatannya sendiri, maka di situlah reintegrasi sosial dan pemberdayaan dapat dikatakan berjalan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Audiensi selanjutnya dilanjutkan dengan rencana kunjungan lapangan perwakilan SPF ke Desa Tamanjeka untuk melihat secara langsung perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat serta pelaksanaan Program PROPOSOKU.

Kegiatan berlangsung aman dan kondusif.


Kembali ke Berita