Logo
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Poso

TIGA HARI PENANGANAN KARHUTLA PAMONA SELATAN, API PERMUKAAN PADAM, BARA GAMBUT MASIH DIPANTAU

Admin Kesbangpol   |   15 Sep 2026   |   Dibaca 10x


Pamona Selatan, Poso — Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Desa Pasir Putih dan Desa Bangun Jaya, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, sejak Sabtu (12/9/2026), hingga hari ketiga penanganan telah berhasil dikendalikan. Meskipun kobaran api di permukaan telah padam, petugas masih menemukan sejumlah titik bara di bawah permukaan lahan gambut yang memerlukan proses pendinginan dan pemantauan secara berkelanjutan.

Kebakaran yang terjadi sejak hari pertama tersebut membakar lahan gambut dan perkebunan masyarakat. Kondisi lahan yang relatif kering serta tiupan angin menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api. Berdasarkan laporan yang dihimpun, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 50 hektare.

Hari Pertama: Api Mulai Meluas

Pada Sabtu (12/9/2026), kebakaran mulai terjadi di wilayah Desa Pasir Putih dan kemudian berkembang di sejumlah area lahan gambut serta perkebunan masyarakat. Kondisi medan dan karakteristik lahan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan pemadaman.

Seiring meluasnya kobaran api, penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh unsur pemerintah, TNI, Polri, pemadam kebakaran, BPBD, Manggala Agni serta masyarakat setempat.

Upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan personel dan peralatan yang tersedia, sekaligus melakukan pembuatan sekat bakar untuk menghambat pergerakan api ke wilayah lainnya.

Hari Kedua: Api Merembet ke Permukiman

Pada Minggu (13/9/2026), kebakaran dilaporkan merembet mendekati kawasan permukiman masyarakat dan berdampak terhadap SMA Negeri 1 Pamona Selatan. Kobaran api yang bergerak akibat kondisi angin dan lahan yang kering meningkatkan kewaspadaan seluruh unsur yang berada di lapangan.

Penanganan kemudian semakin diintensifkan dengan melibatkan unsur gabungan. Pada hari kedua, Dandim 1307/Poso dan Kapolres Poso turut melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan membantu proses pemadaman.

Kehadiran unsur TNI dan Polri di lokasi memberikan dukungan moril kepada petugas dan masyarakat yang sejak awal turut berupaya mengendalikan kebakaran.

Selain pemadaman, petugas juga melakukan penyekatan, pendinginan dan pemantauan terhadap titik-titik yang masih mengeluarkan asap untuk mencegah munculnya kembali kobaran api.

Hari Ketiga: Kobaran Api Padam, Bara Gambut Masih Menjadi Perhatian

Memasuki Senin (14/9/2026), berdasarkan hasil monitoring hingga pukul 18.00 WITA, kobaran api terbuka di lokasi Karhutla Desa Pasir Putih dan Desa Bangun Jaya telah berhasil dipadamkan.

Namun demikian, petugas masih menemukan bara api di beberapa titik di bawah permukaan lahan gambut. Kondisi ini menjadi salah satu kendala utama karena bara api tidak selalu terlihat dari permukaan dan dapat tetap menyala di dalam lapisan gambut.

Untuk memastikan bara benar-benar padam, petugas melakukan pendinginan dengan membasahi serta menggali bagian lahan yang diduga masih menyimpan bara. Titik-titik yang masih mengeluarkan asap terus dipantau untuk mengantisipasi munculnya kembali api.

Karakteristik lahan gambut yang relatif dalam membuat proses pendinginan membutuhkan waktu lebih lama. Bara api dapat menjalar secara perlahan di bawah permukaan dan berpotensi kembali muncul apabila kondisi lahan kembali kering atau terjadi tiupan angin.

Pemenuhan Kebutuhan Petugas Menjadi Perhatian

Dalam proses penanganan selama tiga hari, salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah ketersediaan makanan, air mineral dan masker bagi personel serta relawan yang berada di lokasi.

Kebutuhan makanan bagi personel pada hari kedua hingga hari ketiga turut terbantu melalui Dapur SPPG 2 Pamona Selatan. Namun, mengingat kegiatan pemadaman, pendinginan dan pemantauan masih berlangsung hingga malam hari, dukungan konsumsi dan kebutuhan dasar bagi petugas tetap diperlukan sampai kondisi di lapangan benar-benar dinyatakan aman.

Dukungan terhadap kebutuhan personel menjadi bagian penting dalam memastikan proses penanganan dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan.

Kesbangpol: Kewaspadaan dan Sinergi Harus Terus Diperkuat

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Poso mengajak seluruh masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya kembali titik api, khususnya di wilayah yang memiliki lahan gambut dan kondisi yang relatif kering.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan kepada aparat atau petugas terkait apabila menemukan titik api maupun asap yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.

Penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh unsur, baik pemerintah daerah, BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah desa, dunia usaha maupun masyarakat.

Hingga hari ketiga, kondisi di wilayah terdampak secara umum aman dan terkendali. Namun, pemantauan dan pendinginan tetap harus dilakukan secara berkelanjutan sampai seluruh bara api di bawah permukaan lahan gambut benar-benar padam.

Kesbangpol Kabupaten Poso menegaskan bahwa keselamatan masyarakat, perlindungan lingkungan dan fasilitas umum menjadi prioritas bersama dalam penanganan Karhutla.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Poso
Bersama Menjaga Poso Tetap Aman, Tangguh dan Kondusif.


Kembali ke Berita