Pamona Selatan, Poso — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda wilayah Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, sejak Sabtu (12/9/2026). Kobaran api yang membakar lahan gambut dan perkebunan masyarakat terus meluas hingga mengancam kawasan permukiman dan fasilitas umum.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, kebakaran diperkirakan telah berdampak pada sekitar 50 hektare lahan, terdiri atas lahan gambut dan perkebunan masyarakat. Kondisi lahan yang kering serta tiupan angin turut mempercepat penyebaran api.
Pada Minggu (13/9/2026), api dilaporkan merembet ke kawasan permukiman dan berdampak pada SMA Negeri 1 Pamona Selatan. Sejumlah bangunan juga dilaporkan terdampak akibat kobaran api yang terus bergerak.
Penanganan dilakukan secara bersama oleh unsur BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Polri, Manggala Agni serta masyarakat. Tim gabungan terus melakukan pemadaman, pembuatan sekat bakar, pendinginan dan pemantauan terhadap titik-titik api guna mencegah kebakaran kembali meluas.
Pemerintah Kabupaten Poso sebelumnya juga telah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla dengan membentuk posko induk siaga Karhutla di wilayah Pamona dan Lore, sebagai pusat koordinasi penanganan kebakaran lintas sektor.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Poso mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, khususnya di tengah kondisi cuaca dan lahan yang relatif kering. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha dan masyarakat. Upaya bersama diperlukan untuk melindungi keselamatan masyarakat, lingkungan serta fasilitas umum dari dampak kebakaran.
Kesbangpol Kabupaten Poso | Bersama Menjaga Poso Tetap Aman, Tangguh dan Kondusif.
Catatan: informasi luas lahan dan dampak kejadian dapat diperbarui mengikuti laporan resmi BPBD/Tim Gabungan di lapangan.