Logo
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Poso

Bupati Poso Tinjau Karhutla Pamona Selatan, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Petugas Terpenuhi

Admin Kesbangpol   |   16 Sep 2026   |   Dibaca 18x

Pamona Selatan, 16 September 2026 – Bupati Poso dr. Verna G.M. Inkiriwang, M.PSDM., turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Pamona Selatan, Rabu (16/9/2026).


Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi terkini di lokasi kebakaran sekaligus memastikan penanganan berjalan terpadu serta kebutuhan dan keselamatan petugas yang berada di garis depan dapat terpenuhi.


Karhutla di wilayah Pamona Selatan merupakan salah satu kejadian kebakaran lahan yang membutuhkan penanganan serius karena meliputi kawasan yang cukup luas dan berdampak terhadap sejumlah fasilitas masyarakat, termasuk SMA Negeri 1 Pamona Selatan.


Dalam peninjauan tersebut, Bupati Poso didampingi jajaran kepala OPD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, serta unsur Forkopimda Kabupaten Poso. Peninjauan dilakukan di sejumlah titik terdampak, termasuk lokasi kebakaran lahan di Desa Pasir Putih.


Usai peninjauan lapangan, Bupati memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Kantor Camat Pamona Selatan. Rapat dihadiri unsur TNI-Polri, BPBD, Damkar, OPD terkait, Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Poso, Kepala Cabang Bank Sulteng Poso, Camat dan Sekretaris Camat Pamona Selatan, serta tokoh masyarakat.


Rapat difokuskan pada evaluasi perkembangan karhutla, efektivitas penanganan di lapangan, kebutuhan personel dan peralatan, serta langkah lanjutan dalam menghadapi potensi kebakaran lahan.


Perhatian terhadap Keselamatan Petugas


Dalam arahannya, Bupati Poso menyampaikan bahwa koordinasi dengan petugas telah dilakukan sebelum dirinya turun langsung ke lokasi. Hal tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan utama petugas selama menjalankan tugas di tengah kondisi asap, panas dan medan yang berat.


«“Kemarin, sebelumnya, saya sudah zoom terlebih dahulu dengan mereka yang di sini, tanya apa yang jadi kebutuhan. Jadi hari ini kita bawa juga bantuan, apa yang esensi mereka butuhkan, seperti kacamata untuk asap, pelindung, kemudian kita bawa vitamin, sepatu boots yang tinggi sampai ke lutut, supaya bisa mereka gunakan karena panas.”»


Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Poso menyiapkan perlengkapan pelindung, vitamin, susu serta peralatan pendukung pemadaman. Dua unit pompa air atau alkon juga dibawa ke lokasi sebagai bantuan aspirasi anggota DPR RI Ellen.


Selain itu, disiapkan hand sprayer bermesin dan hand sprayer bertenaga baterai untuk mendukung petugas dalam melakukan pemadaman pada titik-titik yang sulit dijangkau.


Bupati juga menyampaikan rencana menghadirkan dokter spesialis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap petugas, terutama mereka yang telah bekerja dalam kondisi paparan asap dan panas selama penanganan karhutla.


Kesbangpol Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor


Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Poso menjadi bagian dari koordinasi lintas sektor bersama unsur Forkopimda dan perangkat daerah dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah selama proses penanganan karhutla.


Koordinasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Damkar, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan informasi dan langkah penanganan di lapangan dapat berjalan secara terpadu.


Kesbangpol juga mendorong agar komunikasi dan koordinasi antarpihak terus diperkuat, khususnya dalam penyampaian informasi kondisi wilayah, kebutuhan penanganan, serta langkah mitigasi untuk mencegah meluasnya dampak karhutla.


Siapkan Infrastruktur untuk Penanganan Berkelanjutan


Pemerintah Kabupaten Poso tidak hanya melakukan penanganan kondisi darurat, tetapi juga mulai menyiapkan infrastruktur pendukung untuk menghadapi potensi karhutla pada musim kemarau berikutnya.


Salah satu langkah yang disiapkan adalah membuka akses jalan menuju titik-titik api yang selama ini sulit dijangkau.


«“Jalannya akan kita buat, sehingga sampai kepada titik api, 1-2 orang saja masuk, sudah cukup. Jadi tenaganya kita bisa lebih efisien, lebih efektif.”»


Selain akses jalan, pemerintah daerah juga menyiapkan titik-titik sumber air melalui sumur bor maupun sumur gali di kawasan lahan gambut.


Bupati menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan jangka panjang.


«“Infrastruktur jalannya kita siapkan supaya lancar penanganannya, kemudian titik airnya kita siapkan. Ini bukan hanya untuk tahun ini, tapi sampai ke depan, kemarau akan tetap terus ada. Jadi kita sudah berpikir infrastrukturnya yang ready untuk jangka panjang.”»


Pastikan Pendidikan Tetap Berjalan


Dampak karhutla terhadap SMA Negeri 1 Pamona Selatan juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Poso. Beberapa ruang kelas mengalami kerusakan akibat kebakaran.


Bupati memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dengan memanfaatkan ruang yang masih tersedia.


«“Tadi sudah saya tinjau langsung semuanya. Tinggal yang kami lihat diperlukan adalah tambahan kursi dan meja. Beberapa saja, cuma satu ruang kelas yang perlu ditambah.”»


Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan Kabupaten Poso mengambil sejumlah mebel yang masih tersedia dari beberapa SMP untuk didistribusikan ke SMA Negeri 1 Pamona Selatan pada hari yang sama.


Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat


Pemerintah Kabupaten Poso juga terus melakukan koordinasi terkait kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak. Salah satunya melalui koordinasi dengan PLN mengenai pemasangan jaringan listrik di sejumlah titik.


Hingga saat ini, empat rumah warga telah terpasang aliran listrik, sementara pemasangan pada titik lainnya masih menunggu persetujuan pemilik lahan.


Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memperhatikan kebutuhan masyarakat dan pemulihan kondisi wilayah terdampak.


Kolaborasi untuk Poso yang Aman dan Kondusif


Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Poso menilai penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi seluruh unsur, mengingat dampaknya tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga keselamatan masyarakat, pelayanan publik, pendidikan, infrastruktur dan stabilitas wilayah.


Pemerintah Kabupaten Poso bersama TNI-Polri, Forkopimda, perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat akan terus memperkuat koordinasi dan sinergi dalam penanganan karhutla.


Melalui koordinasi yang solid, dukungan terhadap petugas, pemenuhan kebutuhan masyarakat, serta pembangunan infrastruktur kesiapsiagaan, penanganan karhutla di Pamona Selatan diharapkan dapat berjalan lebih efektif sekaligus menjadi dasar penguatan mitigasi menghadapi potensi kebakaran lahan pada masa mendatang.


Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Kabupaten Poso


Kembali ke Berita